Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

Sejarah Perjalanan Agama di Banten

Vihara Avalokitesvara Banten 1542
Serang (dejavuBanten) - Dari data arkeologis, pada awalnya masyarakat Banten dipengaruhi oleh beberapa kerajaan seperti Kerajaan Salakanagara, yang kemudian dikalahkan oleh Tarumanagara yang membawa keyakinan Hindu-Buddha, seperti Tarumanagara, juga Kerajaan Sunda.

Dalam Babad Banten (Wahanten), mengkisahkan bagaimana Sunan Gunung Jati bersama Maulana Hasanuddin, melakukan penyebaran agama Islam secara intensif dan masif kepada penguasa Banten Girang beserta penduduknya.

Pada akhirnya Islam menjadi pilar pendirian Kesultanan Banten, Sultan Banten dirujuk memiliki silsilah sampai kepada Nabi Muhammad, dan menempatkan para ulama memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakatnya.

Seiring dengan intensifnya dakwah Sunan Gunung Jati dan anaknya Maulana Hasanuddin, maka tarekat maupun tasawuf juga berkembang di Banten. Sementara sebagian masyarakat menyerap  budaya Islam sebagai bagian dari kesehariannya. 

Kadi memainkan peranan penting dalam pemerintahan Kesultanan Banten, selain bertanggungjawab dalam penyelesaian sengketa rakyat di pengadilan agama, juga dalam penegakan hukum Islam seperti hudud.

Toleransi umat beragama di Banten saat itu masih menyisakan budaya toleransi masyarakat setempat. Hal ini terlihat masih kuatnya nilai-nilai kebinekaan Leluhur Nusantara, dan dibuktikan, di mana sekitar tahun 1673 telah berdiri beberapa klenteng pada kawasan sekitar pelabuhan Banten.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang kita lihat pada saat ini, dimana Kebinekaan sudah terkikis. Jika tahun 1673 mereka yang beragama lain, dengan mudahnya mendirikan rumah peribatatan mereka, tapi kiranya tidak pada saat ini.


Minggu, 28 Juli 2019

Maskot Provinsi Banten adalah Kokoleceran

Bunga Kokoleceran
Serang (dejavuBanten) - Kokoleceran adalah tanaman endemik Provensi Banten yang dijadikan maskot Provinsi Banten. Tanaman yang dengan nama latin Vatica Bantamensis, adalah salah satu tanaman endemik Banten, yang dipercaya hanya tumbuh di Taman Nasional Ujung Kulon. Tanaman ini masih berkerabat dekat dengan Resak Hiru (Vatica Rassak).

Tinggi pohon ini dapat mencapai tinggi hingga 30 meter. Pada bagian batang mudanya terdapat bulu-bulu halus dan lebat. 
  • Daunnya menjorong atau melanset, dengan tangkai daun yang panjangnya mencapai 2,2 cm
  • Bunganya terdapat di ujung daun atau di ketiak daun, dan panjang bunganya mencapai 7 cm
  • Buahnya berbentuk agak bulat, dengan tangkai yang panjangnya + 5 mm, namun  buahnya terdapat biji yang berdiameter sekitar 1 cm.
  • Batangnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, ataupun sebagai kayu pembuat kapal. 
Walaupun demikian, populasi tumbuhan yang menjadi flora identitas provinsi Banten ini, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Sementara IUCN Redlist memasukkan kokoleceran dalam status konservasi yang Terancam.

Literasi YSN

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa
Indonesia Mandiri

Jumat, 26 Agustus 2016

Gunung Krakatau Meletus Tahun 1883

Serang (dejavuBanten)  - Letusan Krakatau bermula pada tanggal 25 Agustus 1883 (dengan gejala pada awal Mei), disusul  keesokan harinya tanggal 26, dengan puncak letusan yang meruntuhkan kaldera. 

Tanggal 27 Agustus 1883, dua pertiga bagian Krakatau runtuh dalam sebuah letusan beruntun, menghilangkan sebagian besar pulau di sekelilingnya. Aktivitas seismik tetap berlangsung hingga Februari 1884. 

Letusannya merupakan salah satu letusan gunung api yang paling dasyat, dan paling merusak dalam sejarah, setidaknya memakan korban jiwa sejumlah 36.417, akibat letusan dan tsunami yang dihasilkannya. Sementara dampak letusannya dapat dirasakan di seluruh penjuru dunia.

Sementara jauh sebelum 1883, Krakatau pernah meletus, yakni antara lain: tahun 416 SM, diikuti beberapa letusan pada abad ke-3, 9, 10, 11, 12, 14, 16, dan 17 yang diikuti dengan tumbuhnya kerucut Rakata dan Danan.

Literasi YSN

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa
Indonesia Mandiri

Rabu, 12 Agustus 2015

Daftar Istilah

Daftar Istilah dalam Laman ini
  • cross cutting affiliation :
  • cross cutting value :
  • Megalitikum : Tradisi megalitik (yang dikenal sebagai "kebudayaan megalitikum") adalah zaman batu besar, karena pada masa tersebut, manusia hanya bisa membuat peralatan dari batu dan berukuran besar. Bentuk-bentuk praktik kebudayaan yang dicirikan oleh pelibatan monumen atau struktur yang tersusun dari batu-batu besar (megalit) sebagai penciri utamanya. 
  • Patron Klien : 
  • Radikalisme : 

Foto : Istimewa

Selasa, 11 Agustus 2015

Paham Radikalisme

Serang (dejavuBanten) - Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan), dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial, dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan / ekstrim.

Intinya adalah sikap dan tindakan seseorang / kelompok tertentu, yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mencapai perubahan yang diinginkan. Biasanya mereka memiliki target perubahan dalam tempo yang singkat, dan secara drastis, serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

Radikalisme dan terorisme, mereka sama-sama kelompok yang melakukan dengan cara apapun, agar keinginannya tercapai dengan cepat.

Saat ini, para radikalisme senang mengkaitkan dengan agama. Hal ini karena akan memudahkan mereka mendapatkan legitimasi, bahwa mereka yang paling benar. Lain di Eropa lain di Asia, agama yang mereka gunakan menurut mayoritas wilayahnya. Meskipun demikian, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran Agama.

Sejarah Radikalisme
Istilah “Radikal” dikenal pertamakali pada tahun 1797, setelah Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut.

Istilah tersebut terkenal, melalui seruan Charles James Fox dengan yargon “Reformasi Radikal”, yang diarahka  pada sistem pemerintahan di Britania Raya (Inggris). Dimana reformasi tersebut dipakai untuk menjelaskan pergerakan yang mendukung revolusi parlemen di negara tersebut.

Sejak itulah, ideologi radikalisme mulai berkembang, dan kemudian berbaur dengan ideologi-ideologi yang lain, dan yang terakhir memanfaatkan ideologi agama / agama ideologi.

Ciri-ciri radikalisme
  • Penganut paham radikalisme, pada umumnya memakai cara kekerasan dan cara negatif lainnya dalam upaya mewujudknya tujuannya.
  • Penganut paham radikalisme, selalu melakukan penolakan secara terus-menerus, dan menuntut perubahan drastis, seperti apa yang diinginkannya.
  • Penganut paham radikalisme, biasanya memiliki keyakinan yang kuat kepada program yang ingin mereka jalankan.
  • Penganut paham radikalisme, memiliki anggapan bahwa semua pihak yang bersebrangan, adalah bersalah, dan musuh mereka, yang perlu disingkirkan
  • Penganut radikalisme, tidak dapat melihat kenyataan yang sebenarnya, karena beranggapan bahwa semua yang berseberangan dengan pemahamannya, harus diluruskan menurut keyakinan mereka.
  • Penganut paham radikalisme, mereka sangat tidak perduli dengan HAM (Hak Asasi Manusia).
Penyebab Radikalisme saat ini
Mencermati tulisan di atas, maka sementara, faham ini muncul dikarenakan, antara lain:

1. Faktor Pemikiran / Lemahnya Pemahaman Agama
Berkembangnya paham radikalisme, dikarenakan oleh adanya pemikiran, bahwa segala sesuatunya harus dikembalikan ke agama, meskipun dengan cara yang tidak lazin, dan menggunakan kekerasan.

2. Faktor Ekonomi / Kemiskinan
Masalah ekonomi sangat berperan munculnya prilaku radikal di berbagai belahan dunia. 

3. Faktor Politik
Kelompok yang kalah dalam merebut kekuasaan melalui Pemilu, menyebarkan isu, bahwa pemimin yang sedang berkuasa, hanya berpihak pada pihak tertentu.Hal ini mengakibatkan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang merasa perlu untuk menegakkan keadilan.

4. Faktor Sosial
Masyarakat kelas ekonomi lemah, dan berpendidikan rendah pada umumnya tidak dapat mengkaji keadaan kekinian dengan cermat, sehingga mereka mudah percaya kepada tokoh-tokoh yang radikal, karena mereka menganggap bahwa kelompok radikal tersebut, dapat dengan mudah merubah keadaan hidup mereka secara drastis.

5. Faktor Psikologis
Peristiwa pahit dalam kehidupan seseorang, dapat memicu faktor penyebab seseorang menjadi berprilaku radikal. Masalah ekonomi, keluarga, percintaan, rasa benci dan dendam, semua itu merupakan variabel yang berpotensi membuat seseorang menjadi radikal.

6. Faktor Pendidikan
Sekolah yang memberikan mata pelajaran yang salah, merupakan faktor utama penyebab munculnya radikal di berbagai tempat, khususnya pendidikan agama yang salah. Tenaga pendidik yang memberikan ajaran, yang hanya bermodalkan menghafal, tanpa meng-kaji, seperti pesan Kiyai-kiyai NU dulu, membuat anak didik mudah dihasut. Sementara jika mengikuti nasehat Kiyai-kiyai tersebut, perlunya meng-kaji ayat-ayat sehingga dapat mendapatkan pemahaman yang benar.

Literasi YSN

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa
Indonesia Mandiri

Senin, 10 Agustus 2015

Definisi Kemiskinan

Kemiskinan adalah suatu kondisi, dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti:  pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.

Kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi, yakni :
  • Secara kuantitatif; kemiskinan adalah suatu keadaan dimana taraf hidup manusia serba kekurangan atau “tidak memiliki harta benda. 
  • Secara kualitatif; kemiskinan adalah keadaan hidup manusia yang tidak layak.

Kemiskinan adalah masalah global, yang tidak pernah dapat diselesaikan, dimana di setiap negara, mereka memiliki anggota masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

Dari sisi pemerintah, berdasarkan standar hidup masyarakat di suatu negara, kemiskinan sangat berhubungan dengan masalah kesejahteraan masyarakat, yang dilihat dari tingkat minimum yang didapatkan. 

Beberapa rujukan apa arti kemiskinan, yang dilontarkan oleh para para ahli, antara lain :

1. BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
Kemiskinan adalah situasi serba kekurangan karena keadaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang dimilikinya.

2. Suparlan
Kemiskinan adalah standar tingkat hidup yang rendah, karena kekurangan materi pada sejumlah atau golongan orang, bila dibandingkan dengan standar kehidupan yang berlaku di masyarakat sekitarnya.

3. Faturachman dan Marcelinus Molo
Kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang, atau beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

4. Friedman
Kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi.

5. Levitan
Kemiskinan adalah kekurangan barang dan pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup yang layak.

6. Reitsma dan Kleinpenning
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non-material.

7. Hall dan Midgley
Kemiskinan adalah kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak, atau kondisi di mana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat.

Jenis-Jenis Kemiskinan
1. Kemiskinan Subjektif
Kemiskian ini terjadi, dikarenakan seseorang memiliki definisi sendiri mengenai kemiskinan, atau ia beranggapan bahwa kebutuhannya belum terpenuhi secara cukup, walaupun orang tersebut tidak absolut dikategorikan sebagai orang miskin.

2. Kemiskinan Absolut
Kemiskinan ini adalah dimana seseorang / keluarga yang pendapatannya tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan, atau memiliki penghasilan di bawah standar kelayakan atau di bawah garis kemiskinan. 

3. Kemiskinan Relatif
Kebijakan pemerintah yang dapat menimbulkan ketimpangan penghasilan dan standar kesejahteraan. Jadi kemiskinan ini dikarenakan oleh pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menyentuh semua lapisan masyarakat, atau perubahan kebijakan yang lebih ketat.

4. Kemiskinan Alamiah
Kemiskinan yang terjadi karena alam sekitarnya langka akan sumber daya alam. Hal ini menyebabkan masyarakat setempat memiliki produktivitas yang rendah.

5. Kemiskinan Kultural
Kemiskinan yang terjadi karena akibat kebiasaan, atau sikap masyarakat dengan budaya santai dan tidak mau memperbaiki taraf hidupnya seperti masyarakat modern.

6. Kemiskinan Struktural
Kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial yang tidak mampu menghubungkan masyarakat dengan sumber daya yang ada.

Penyebab Kemiskinan
1. Pertumbuhan Penduduk
Angka kelahiran yang tinggi, paralel dengan laju pertumbuhan penduduk suatu negara menjadi besar., dan jika laju pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi, maka hal ini akan mengakibatkan meningkatnya angka kemiskinan di suatu negara.

2. Pengangguran Tinggi
Terbatasnya lapangan kerja, mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran di suatu negara. Hal ini paralel dengan meningkatnya angka kemiskinan. Dampak dari lingkaran tersebut, dapat menimbulkan keresahan masyarakat, juga dapat mendorong meningkatnya angka kejahatan, pengemis, dan lain-lain.

3. Tingkat Pendidikan Rendah
Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang rendah, cenderung tidak memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Membuat masyarakat ini tidak dapat bersaing dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi, untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, atau membuka usaha. Sehingga hal ini, manjadi salah satu variabel yang kuat mendorong meningkatknya yang angka pengangguran dan kemiskinan.

4. Bencana Alam
Bencana alam adalah faktor penyebab kemiskinan yang tidak dapat dicegah, karena kadang tidak terduga, dan tidak dapat dielakan. Seperti halnya, tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain-lain, akan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur maupun psikologis.

Peristiwa bencana alam yang besar dapat mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan karena kehilangan harta.

5. Distribusi Tidak Merata
Ketidak merataan distribusi pola kepemilikian sumber daya, akan mendorong adanya ketimpangan dalam pendapatan. Hal ini dikarenakan, masyarakat yang memiliki sumber daya terbatas, dan berkualitas rendah, akan tetap berada di bawah garis kemiskinan.

Dampak Kemiskinan
1. Pendidikan
Jangankan untuk membiayai pendidikan, untuk pangan saja mereka kadang tidak mencukupi. Dilain pihak, kurangnya pendidikan, membuat mereka tidak dapat berkompetisi dengan orang-orang yang berpendidikan. Pada akhirnya meningkatkan angka pengangguran.

2. Kriminalitas Meningkat
Masyarakat miskin cenderung melakukan apa saja untuk memenuhi kebuhtuhan dasar mereka, termasuk melakukan kriminalitas, seperti antara lain : pencurian, dan perampokan.

3. Angka Kematian yang Tinggi
Masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, pada umumnya tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai, gizi yang buruk, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan tingginya angka kematian.

4. Munculnya Konflik di Masyarakat
Perasaan kurang adil, menimbulkan rasa kecewa dan ketidakpuasan masyarakat miskin, biasanya  mereka melampiaskan dengan hal-hal yang anarkis. Tidak jarang, hal tersebut melahirkan konflik yang berbau SARA.

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa
Indonesia Mandiri

Foto : Istimewa

Kamis, 21 Agustus 2014

Vihara Avalokitesvara Banten 1542

Vihara Avalokitesvara Banten 1542
Serang (dejavuBanten) - Vihara tertua yang didirikan oleh Sunan Gunung Jati, adalah sebagai hadiah untuk Puteri Ong Tien yang dinikahinya. 

Sunan Gunung Jati membangun vihara pada tahun 1542 di Desa Dermayon dekat dengan Masjid Agung Banten. Namun, pada tahun 1774 entah dengan alasan apa, vihara dipindahkan ke Kawasan Pamarican hingga saat ini.

Vihara Avalokitesvara memiliki altar Dewi Kwan Im sebagai altar utamanya yang berusia lebih tua dari usia vihara itu sendiri. Altar tersebut dikelilingi 16 dewa dan tiang batu berukir naga.

Pada tahun 1883, Vihara ini menjadi tempat berlindungnya masyarakat Banten, dari bencana gunung Krakatau. 

Vihara ini terletak tidak jauh dari Benteng Speelwijk

Literasi YSN

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa
Indonesia Mandiri

Selasa, 12 Agustus 2014

Kosa Kata Bahasa Sunda Banten


No
Bahasa Sunda Banten
Bahasa Indonesia
1
Ateul
Gatal
2
Awak
Badan
3
Ajur
Hancur
4
Alus
Kecil
5
Alean
Manja
6
Aclak
Joran (pancingan ikan)
7
Ama
Kakek
8
Ambarayah
Bertebaran
9
Angeun
Sayur
10
Angkup
Kepompong
11
Angot
Kumat
12
Aruleng/rarieut
Pusing
13
Anduk
Handuk
14
Amben
Kursi terbuat dari bamboo
15
Ameh
Agar
16
Aing
Saya
17
Amis
Manis
18
Baheula
Dahulu
19
Bacot
Mulut
20
Beweh
Cengeng
21
Bolor
Mata
22
Badag
Besar
23
Balangkeun
Buang
24
Balangsak
Sengsara
25
Babaturan
Teman/kawan
26
Buat/Tumpak
Naik
27
Bentang
Bintang
28
Beuteung
Perut
29
Baringsang
Gundah
30
Basa
Bahasa
31
Bareto
Dahulu
32
Baraya/dulur
Saudara
33
Bukur
Dedak
34
Bebene
Pacar
35
Biwir
Bibir
36
Banjur
Siram
37
Bobongkong
Setan
38
Beugeu
Bisu
39
Bongsor
Cepat besar
40
Boga
Punya
41
Badung
Nakal
42
Badog
Makan
43
Burut
Penyakit tumor pada alat vital laki-laki
44
Bogoh
Suka
45
Boboko/Bakul
Tempat nasi
46
Bulukan
Berjamur
47
Bandul
Gantungan kunci
48
Beureum
Merah
49
Buyut
Moyang
50
Babarengan
Bersama-sama
51
Beungeut
Muka
52
Buyur
Kecebong
53
Bedul
Babi
54
Bongkok
Bungkuk
55
Beulah
Belah
57
Bitis
Betis
58
Bangor
Nakal
59
Boloon
Bodoh
60
Baledog
Lempar
61
Bikang
Perempuan
62
Baralak
Pelepah kelapa
63
Beurit
Tikus
64
Beueus
Basah
65
Bangkong
Katak
66
Borok
Koreng
67
Bonteng
Ketimun
68
Bisi
Takutnya
69
Carek
Nadir/janji
70
Cokot
Ambil
71
Ceuli
Telinga
72
Caang
Terang
73
Cacatrek
Ngemil
74
Cileuh
Belek
75
Cikeneh
Barusan
76
Cangkeng
Pinggang
77
Cokor
Kaki
78
Cakcak
Cicak
79
Cunihin
Ganjen
80
Carelam

81
Colotok

82
Congor
Mulut
83
Ceneh
Tidak aneh
84
Cinggir
Kelingking
85
Ceuleupeung

86
Curuk
Telunjuk
87
Cai
Air
88
Cabe
Cabai
89
Cetek
Gampang
90
Cemong

91
Cicing
Diam
92
Dongko
Jongkok
93
Dage
Daki
94
Damar
Lampu
95
Dangdeur
Singkong
96
Dagoan
Tunggu
97
Deungeun
Ikan
98
Dulang

99
Dudukuy

100
Dologdog
Kulit bambu
101
Dalapan
Delapan
102
Dukuh
Duku
103
Dusun
Tidak sopan
104
Dahdir
Air liur yang kering
105
Dahar
Makan
106
Dohor
Duhur
107
Deukeut
Dekat
108
Euweuh
Tidak ada
109
Entep
Susun
110
Eneng
Anak kerbau
111
Ewe
Istri
112
Endung/embung
Tidak Mau
113
Endah
Cocok
114
Eubeung
Bisu
115
Gayem
Kunyah
116
Goblog
Goblok
117
Gegel
Gigit
118
Gorobog
Rak
119
Gading
Kotoran gigi
120
Gantar
Galah
121
Geura
Cepat
122
Garo
Gatal
123
Guludug
Geledeg
124
Gelap
Petir
125
Hayang
Ingin
126
Hihid
Kipas
127
Hauk

128
Haseum
Asam
129
Hieum
Teduh
130
Hooh
Ia
131
Haliwu
Buru-buru
132
Hulap
Malas
133
Huntu
Gigi
134
Hees/sare
Tidur
135
Handap
Bawah
136
Hareurin/Reuhin
Sempit
137
Hateup
Atap
138
Hiji
Satu
139
Hideung
Hitam
140
Hareup
Depan
141
Hileud
Ulat
142
Hulu
Kepala
143
Hook
Sayang
144
Hamuai
Nguap
145
Halis
Alis
146
Iraha
Kapan
147
Iwung
Rebung
148
Isin
Malu
149
Indung
Ibu
150
Imah
Rumah
152
Isuk
Pagi
153
Isuk-isuk
Pagi-pagi
154
Isukan
Besok pagi
155
Irung
Hidung
157
Itung
Hitung
158
Jamang
Baju
159
Jero
Dalam
160
Jaro
Kepala Desa
161
Jawara
Pendekar
162
Jagong
Jagung
163
Jarami
Jerami
164
Jukut
Rumput
165
Jodog
Kamar kecil
166
Jatake
Gandaria
167
Jubur
Pantat
168
Kekenceng
Wajan
169
Kekenyoh
Ngemil
170
Kitu
Begitu
171
Kudu
Harus
172
Kerok
Serba salah
173
Kunaon
Kenapa
174
Kalangkang
Bayangan
175
Kuwung-kuwung
Pelangi
176
Kami/Kula
Saya
177
Kolot
Tua
178
Koleang
Dedaunan
179
Kunir
Kunyit
180
Kacapi
Kecapi
181
Kolecer
Kincir
182
Kuru
Kurus
183
Kampeng
Kerempeng
184
Koplok/kupluk
Bego
185
Kokolomod
Belepotan
186
Kiruh
Keruh
187
Kiwari
Sekarang
188
Kadaharan
Makanan
189
Kuntianak
Kuntilanak
190
Kesrek
Buduk
191
Kajepet
Terjepit
192
Karuhun
Sesepuh
193
Kesang
Keringat
194
Keuheul
Benci
195
Kagugu
Terpingkal-pingkal
196
Kabogoh
Pacar
197
Kapake
Terpakai
198
Leueur
Licin
199
Leuweung
Hutan
200
Leuwi
Sungai
201
Landeuh
Lebak
202
Lega
Luas
203
Leuheung
Mending
204
Lisung
Lesung
205
Lawang
Pintu
206
Lengotan
Pelupa
207
Leungeun
Tangan
208
Lojor
Panjang
209
Lamun
Kalau
210
Mumuluk
Sarapan
211
Mokla
Darah
212
Midang      
Nongkrong
213
Meuli
Beli
214
Milu
Ikut
215
Maribis
Gerimis
216
Mantog
Terbentur
217
Mewek
Menangis
218
Ngalewat
Melintas
219
Nyarande
Bersandar
220
Ngerong
Ngupil
221
Nangtung
Berdiri
222
Nyaho
Tahu
223
Ngapung
Terbang
224
Natu-natu
Itungan Hari
225
Nambul
Mencicip
226
Ngalidur
Mengigau
227
Nurus Tunjung
Semaunya
228
Ngahiji
Bersatu
229
Ngariung
Kumpul
230
Ngacoblak
Berbicara
231
Ngendong
Menginap
232
Nyandung
Poligami
233
Ngabusung
Buang air besar
234
Nganjang
Main
235
Ngojay
Renang
236
Nyatu
Makan
237
Ngawadang
Makan malam
238
Ngising
Buang Air Besar
239
Ngajedog
Diam
240
Ombroh
Dahak
241
Orok
Panggilan teman/Nama Bayi
242
Pageto
Lusa
243
Polongo
Idiot
244
Pawon
Tungku
245
Paraji
Dukun Anak
246
Puun
Sesepuh
247
Peuting
Malam
248
Piraku
Masa/yang benar
249
Papahare
Makan bersama
250
Poek
Gelap
251
Pecak
Buta
252
Popotongan
Bekas Istri/Suami
253
Pabeulit
Kusut
254
Punduk
Pundak
255
Roteh
Sisa makanan
256
Ramo
Jari
257
Suku/cokor
Kaki
258
Sia
Kamu
259
Sawan
Takut
260
Seri
Tertawa
261
Sengit
Sebal
262
Seungit
Wangi/Harum
263
Samak
Tikar
264
Tingbating
Amit-amit
265
Teurab
Sendawa
266
Tumbung
Vagina
267
Taktak
Bahu
268
Tikoro
Tenggorokan
269
Tulak
Kunci/Penopang/tutup pintu
270
Teuleum
Menyelam
271
Taluk
Nyerah
272
Tarang
Jidat
273
Tempo
Lihat
274
Teudeuk
Tidak
275
Irung
Hidung
276
Torog
Kembalian
278
Talipak/Cabok
Tampar
279
Tulung
Tolong
280
Torek
Tuli
281
Taraje
Tangga
282
Tongoh
Atas
283
Ulah
Jangan
284
Ulin
Main

Sumber : http://brandalmudabaduy.blogspot.com/2012/10/bahasa-sunda-banten.html

Foto : Istimewa

Back to Blogspot A to Z

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas
Jendela Nusantara

Proud to be Indonesia

Proud to be Indonesia
Back to Local Wisdom

Iklan : WWT, IM. OtO, WM