Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2019

Sejarah Perjalanan Agama di Banten

Vihara Avalokitesvara Banten 1542
Serang (dejavuBanten) - Dari data arkeologis, pada awalnya masyarakat Banten dipengaruhi oleh beberapa kerajaan seperti Kerajaan Salakanagara, yang kemudian dikalahkan oleh Tarumanagara yang membawa keyakinan Hindu-Buddha, seperti Tarumanagara, juga Kerajaan Sunda.

Dalam Babad Banten (Wahanten), mengkisahkan bagaimana Sunan Gunung Jati bersama Maulana Hasanuddin, melakukan penyebaran agama Islam secara intensif dan masif kepada penguasa Banten Girang beserta penduduknya.

Pada akhirnya Islam menjadi pilar pendirian Kesultanan Banten, Sultan Banten dirujuk memiliki silsilah sampai kepada Nabi Muhammad, dan menempatkan para ulama memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakatnya.

Seiring dengan intensifnya dakwah Sunan Gunung Jati dan anaknya Maulana Hasanuddin, maka tarekat maupun tasawuf juga berkembang di Banten. Sementara sebagian masyarakat menyerap  budaya Islam sebagai bagian dari kesehariannya. 

Kadi memainkan peranan penting dalam pemerintahan Kesultanan Banten, selain bertanggungjawab dalam penyelesaian sengketa rakyat di pengadilan agama, juga dalam penegakan hukum Islam seperti hudud.

Toleransi umat beragama di Banten saat itu masih menyisakan budaya toleransi masyarakat setempat. Hal ini terlihat masih kuatnya nilai-nilai kebinekaan Leluhur Nusantara, dan dibuktikan, di mana sekitar tahun 1673 telah berdiri beberapa klenteng pada kawasan sekitar pelabuhan Banten.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang kita lihat pada saat ini, dimana Kebinekaan sudah terkikis. Jika tahun 1673 mereka yang beragama lain, dengan mudahnya mendirikan rumah peribatatan mereka, tapi kiranya tidak pada saat ini.


Kamis, 21 Agustus 2014

Vihara Avalokitesvara Banten 1542

Vihara Avalokitesvara Banten 1542
Serang (dejavuBanten) - Vihara tertua yang didirikan oleh Sunan Gunung Jati, adalah sebagai hadiah untuk Puteri Ong Tien yang dinikahinya. 

Sunan Gunung Jati membangun vihara pada tahun 1542 di Desa Dermayon dekat dengan Masjid Agung Banten. Namun, pada tahun 1774 entah dengan alasan apa, vihara dipindahkan ke Kawasan Pamarican hingga saat ini.

Vihara Avalokitesvara memiliki altar Dewi Kwan Im sebagai altar utamanya yang berusia lebih tua dari usia vihara itu sendiri. Altar tersebut dikelilingi 16 dewa dan tiang batu berukir naga.

Pada tahun 1883, Vihara ini menjadi tempat berlindungnya masyarakat Banten, dari bencana gunung Krakatau. 

Vihara ini terletak tidak jauh dari Benteng Speelwijk

Literasi YSN

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa
Indonesia Mandiri

Back to Blogspot A to Z

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas

Wanita Cerdas Hormati Pria Berpengetahuan Luas
Jendela Nusantara

Proud to be Indonesia

Proud to be Indonesia
Back to Local Wisdom

Iklan : WWT, IM. OtO, WM